WikanPribadi.com

Review Aplikasi & Tips dan Tricks Komputer

Jika anda biasa menggunakan windows explorer untuk manajemen berkas-berkas anda, maka biasanya anda tidak akan terlepas dari yang namanya file dan folder. Folder biasanya digunakan untuk mempermudah dalam manajemen penyimpanan file sehingga file-file yang ada lebih teratur dan mudah untuk dicari suatu saat nanti jika diperlukan. Pada windows explorer jika anda memilih tampilan dalam mode Details (View > Details), maka akan terdapat keterangan mengenai file dan folder, salah satunya adalah Size.

Sayangnya size yang ditampilkan hanyalah ukuran dari sebuah file, sedangkan size dari sebuah folder tidak ditampilkan. Untuk mengetahui size dari sebuah folder diperlukan sebuah cara tersendiri, yaitu dengan mengklik kanan folder yang bersangkutan kemudian pada menu yang muncul, pilih Properties. Jika folder yang ingin kita ketahui sizenya cukup banyak maka pastinya akan sangat merepotkan. Dengan mengetahui size dari folder dan file, maka kita dapat mengetahui folder atau file mana yang paling besar menghabiskan kapasitas penyimpanan disk.

Jika anda tidak ingin direpotkan dengan hal tersebut, ada baiknya anda mencoba TreeSize Free, aplikasi ini akan menampilkan ukuran setiap folder dalam bentuk struktur pohon. Setelah anda menginstall TreeSize Free, maka aplikasi ini akan terintegrasi dengan menu klik kanan, sehingga untuk menggunakan TreeSize Free, anda cukup mengklik kanan disk drive atau folder yang ingin diketahui size folder-foldernya.

TreeSize Free selain menampilkan folder, juga dapat menampilkan size dari sub folder dan file. Jika sebuah folder memiliki sub folder, biasanya akan ditandai dengan tanda tambah (+) disebelah folder tersebut, untuk melihat sub folder dari folder tersebut anda cukup mengklik tanda tambah tersebut. Dengan begini anda dapat memaksimalkan kerja dalam manajemen folder dan file. Selamat mencoba.(wp)

Informasi:
Situs : http://www.jam-software.com
Ukuran File : 804 KB
Kategori : Utility
Lisensi : Freeware
Harga : -
Kebutuhan Sistem: Windows 9X/ME/NT/2000/XP/2003

Absensi: AbsensiWajah.com

Blog$preneur.com: Be Entrepreneur with Your Blog$
Pelatihan Bisnis Online Paid Review

  • 1 Comment
  • Filed under: Review Aplikasi
  • Era media penyimpanan data terus mengalami perkembangan, dahulu Floppy Disk 1.44 MB atau lebih dikenal dengan sebutan disket sempat meraja, namun sekarang keberadaannya mulai tergantikan dengan flash disk yang menawarkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar dengan ukuran device yang lebih kecil. Mulai dari kapastias ratusan Mega Byte (128, 256, 512 MB), hingga GigaByte (1, 2, 5 GB). Selain flash disk ada juga CD (baik CD yang hanya dapat digunakan untuk sekali menulis (write) maupun berulang kali (rewrite). Namun dari sekian media penyimpanan sementara tersebut, mana yang lebih sesuai dengan anda, tergantung akan kebutuhan dan keuangan anda tentunya.

    Seiring dengan berkembangnya aplikasi komputer yang ada, terkadang untuk mendapatkan kualitas yang diinginkan, baik file data, musik, video, games ataupun yang lainnya, dibutuhkan ruang penyimpanan sementara yang cukup besar, jika ingin memindahkan file tersebut. Misalkan anda ingin memindahkan file musik berformat mp3 berukuran 5 MB, sedangkan anda hanya memiliki Floppy Disk yang hanya berkapasitas 1.44 MB, atau jika anda ingin memindahkan file Video berformat mpeg berukuran 500 MB, sedangkan anda hanya memiliki flash disk berkapasitas 128 MB, ataupun file-file yang lebih besar lagi, dan anda hanya memiliki media penyimpanan sementara dengan kapasitas yang lebih kecil dibandingkan ukuran file tersebut.

    Tak peduli apapun media penyimpanan sementara yang anda miliki saat ini, baik itu Floppy Disk, Flash Disk, ataupun CD, jika anda menghadapi masalah seperti yang telah disebutkan diatas, ada baiknya anda mencoba menggunakan aplikasi pemecah file (file splitter). Splitter Light adalah salah satu aplikasi pemecah file yang mungil (hanya 55 KB) namun memiliki keungulan dan sangat mudah untuk digunakan. Aplikasi ini tidak perlu diinstal, anda cukup mengekstrak file zip nya setelah anda mengunduhnya. Jika anda menjalankan aplikasi ini maka akan muncul jendela aplikasi Splitter Light yang mungil dengan warna biru muda dan bentuknya yang oval.

    Untuk memulai menggunakan Splitter Light, pertama adalah tentukan file mana yang akan anda pecah dengan cara menekan tombol bergambar kertas putih di opsi [File or directory to split, partfile to join], setelah anda menemukan file yang anda inginkan, tentukan dimana file hasil dari proses pemecahan file tersebut akan disimpan di opsi [Output directory]. Kemudian tentukan berapa ukuran file pecahan yang anda inginkan di opsi [Size], disini tersedia ukuran yang telah ditentukan, antara lain 720 KB, 1.44 MB (ukuran Floopy Disk), dan 650 MB (ukuran CD), tersedia juga ukuran yang dapat anda tentukan sendiri ukurannya (dengan satuan bytes, KB, MB). Disini anda cukup memasukan angka ukuran file yang anda inginkan di kotak yang tersedia disebelahnya.

    Selain itu untuk memudahkan dalam proses menyatukan kembali file yang telah dipecah, tersedia opsi [Copy Splitter to the output directory], yaitu untuk menyalin Splitter Light, sehingga anda dapat menggunakannya Splitter Light untuk menyatukan kembali file di komputer tujuan nantinya, dan juga opsi [Create batchfile for joining], yaitu untuk membuat batchfile yang dapat digunakan untuk menyatukan file kembali, sehingga anda tidak perlu menyalin aplikasi Splitter Light di komputer tujuan, anda cukup menjalankan batchfile tersebut untuk menyatukan file anda. Lalu tekan tombol [Split] untuk memecah file. Sedangkan untuk menyatukan kembali file yang telah dipecah, anda cukup memilih salah satu file pecahan anda pada opsi [File or directory to split, partfile to join], lalu tekan tombol [Join]. Cara lain adalah dengan menjalankan batchfile yang telah dibuat. Selamat mencoba. (wp)

    Informasi:
    Situs : http://www.martinstoeckli.ch/splitter/splitl40.zip
    Ukuran File : 36 KB
    Kategori : File Utility
    Lisensi : Freeware
    Harga : -
    Kebutuhan Sistem: Windows 9X/ME/NT/2000/XP/2003

    Absensi: AbsensiWajah.com

    Blog$preneur.com: Be Entrepreneur with Your Blog$
    Pelatihan Bisnis Online Paid Review

  • 1 Comment
  • Filed under: Review Aplikasi
  • Memunculkan ekstensi file di Windows Explorer

    Ekstensi file adalah 3 huruf setelah tanda titik dibelakang nama file yang menandakan file tersebut file apa, misalkan file aplikasi akan berekstensi .exe, file teks .txt, file Ms Word .doc, dan lain-lain. Dengan melihat ekstensi file ini biasanya akan lebih memudahkan kita untuk mengidentifikasi suatu file.

    Secara default, ekstensi file ini tidak muncul di belakang nama file jika anda membuka Windows Explorer. Untuk dapat memunculkan ekstensi file di Windows Explorer, caranya adalah sebagai berikut:

    1. Di jendela Windows Explorer, pilih menu Tools > Folder Options
    2. Di jendela yang muncul pilih tab View, lalu hilangkan tanda ceklist di menu [Hide extensions for known file types] di bagian Advanced settings
    3. Kemudian tekan tombol [OK]
    4. Lihat hasilnya di Windows Explorer, kini ekstensi file telah muncul tentunya, Selamat mencoba.

    Absensi: AbsensiWajah.com

    Blog$preneur.com: Be Entrepreneur with Your Blog$
    Pelatihan Bisnis Online Paid Review

    Bagi anda yang suka mendengarkan musik di peranti digital, baik di PC atau music player, mungkin sudah tidak asing lagi dengan format file MP3. Jika anda senang berburu mencari file MP3 di jagad internet, pasti adakalanya menemukan jalan buntu karena file MP3 yang anda cari sulit untuk didapatkan. Saat ini rasanya lebih mudah mencari file video daripada file MP3, karena boomingnya keberedaan situs-situs video sharing seperti www.youtube.com , yang saat ini sudah diakuisisi oleh Google. Biasanya anda akan dengan mudah mendapatkan file video musik versi video klip maupun versi live konser dari artis musik kesayangan anda, terutama artis international.

    Daripada sulit mencari file MP3 tertentu, cari saja file videonya, lalu konversi file video itu menjadi file MP3. Free Video to MP3 Converter dibuat untuk menangani hal itu, aplikasi gratis ini, dapat membuat file MP3 dari file video yang anda miliki. Selain itu aplikasi ini mendukung banyak format video yang familiar, antara lain: .avi, .mpeg, .mp4, .wmv, .mov, .3gp, dan .flv. Untuk menggunakannya pun bukanlah hal yang sulit, tinggal anda unduh, install, lalu jalankan. Setelah jendela aplikasi terbuka, anda tinggal menentukan dimana letak file video yang akan di konversi dengan menekan tombol [Browse] pada bagian [Input video file or Youtube URL containing video (http://):].

    Secara default nama file MP3 yang dihasilkan akan sama dengan nama file video anda, hanya ada tambahan nama _NEW dibelakangnya, atau jika anda ingin mengubah letak file MP3 hasil konversi, tekan tombol [Browse] pada bagian [Output MP3 file:]. Tentukan kualitas suara file MP3 anda di bagian [Presets:], terdapat 4 pilihan kualitas suara yang dapat anda pilih, antara lain yaitu: High, Optimal, Standart, dan Economy. Yang perlu diperhatikan, pilihan kualitas ini akan mempengaruhi ukuran file MP3 yang dihasilkan nantinya. Semakin bagus kualitas, semakin besar ukuran filenya. Jika semua setting sudah sesuai dengan keinginan, anda cukup menekan tombol [Convert] untuk mengeksekusi proses konversi file video ke file MP3. Selain itu terdapat fungsi tambahan pada aplikasi ini yaitu [Trim video…].

    Aplikasi ini dapat langsung menggunakan input file video langsung dari internet, anda cukup memasukkan alamat  URL dari file video yang berada di Youtube (misalkan: http://www.youtube.com/?v=ul1VlLU3S9Q). Tapi jika koneksi internet anda tidak mumpuni ada baiknya anda mengunduh file video tersebut terlebih dahulu. Setelah anda unduh dan anda simpan di komputer anda, barulah anda konversi file video tersebut menjadi file MP3. Untuk mengunduh file video dari Youtube anda dapat menggunakan aplikasi TubeDownload (http://www.youtomato.com).

    Informasi:
    Situs : http://www.dvdvideosoft.com/download/FreeVideoToMp3Converter.exe
    Ukuran File : 3,820 KB
    Kategori : Utiliti
    Lisensi : Freeware
    Harga : -
    Kebutuhan Sistem : Windows 9X/ME/NT/2000/XP/2003

    Absensi: AbsensiWajah.com

    Blog$preneur.com: Be Entrepreneur with Your Blog$
    Pelatihan Bisnis Online Paid Review

    Tips Mengelola Folder dan File dengan Bijak

    Bagi anda yang sehari-hari bekerja menggunakan komputer, tentu sudah tidak asing lagi dengan istilah folder dan file. Folder dan file yang tidak terkelola dengan baik, tidak jarang membuat anda pusing, karena biasanya semaki hari akan semakin banyak. Ada baiknya anda mengelola folder dan file anda dengan bijak, sehingga dapat meningkatkan produktifitas kerja anda.
    Banyak cara yang dapat anda lakukan untuk mengelola folder dan file, mulai dari cara kerja anda dalam menangani folder dan file, kemudian menggunakan fasilitas yang telah disediakan di Windows, hingga menggunakan aplikasi tambahan dari pihak ketiga.

    Banyak manfaat yang bisa anda dapatkan dengan mengelola folder dan file anda dengan baik, antara lain: anda akan lebih mudah menemukan folder dan file yang anda butuhkan, anda dapat mengetahui lebih dini jika seandainya terdapat virus atau sejenisnya yang menyamarkan diri sebagai folder atau file, dan tentu saja produktifitas kerja anda akan meningkat.

    Berikut akan dibahas beberapa tips yang dapat anda lakukan dalam rangka mengelola folder dan file.

    1. Pisahkan File System dan File Data

    Gambar 1

    Ada baiknya hal ini anda lakukan saat pertama kali anda membeli komputer, atau sekalipun sudah terlanjur, anda pun dapat melakukannya saat ini dengan menggunakan aplikasi bernama PartitionMagic (www.powerquest.com). Untuk dapat menggunakan aplikasi tersebut, bukanlah hal yang sulit, karena sudah berupa aplikasi dengan GUI (Graphical User Interface), seperti yang ditampilkan pada Gambar 1.

    Sebut saja misalkan anda memiliki harddisk dengan kapasitas 40GB, maka anda dapat mempartisinya (membagi) menjadi 2 partisi/bagian. Partisi pertama sebesar 20 GB yang akan anda gunakan untuk sistem operasi (SYSTEMS (C:)) dan 20 GB sisanya sebagai partsisi kedua yang dapat anda gunakan untuk menyimpan data (DATA (D:)). Gambar 2.

    Gambar 2

    Dengan begini, jika suatu saat terjadi masalah dengan sistem operasi anda, dan anda diharuskan menginstall ulang sistem operasi anda, maka anda tidak perlu khawatir dengan keberadaan data anda, karena data anda berada pada partisi yang berbeda dengan sistem operasi, maka data anda akan aman dan tetap baik-baik saja, walupun anda menginstall ulang sistem operasi.

    2. Buat Folder berdasarkan Kategori tertentu

    Pada drive (DATA (D:)) yang anda miliki, buatlah beberapa folder utama sesuai dengan aktifitas kerja anda, misalkan folder Project, Kuliah, Kerja, dan Pribadi. Secara otomatis biasanya folder-folder tersebut akan diurutkan berdasarkan abjad, agar anda dapat menyesuaikan urutan buatlah no urutan di depan nama folder-folder tersebut, misalkan 01 Kerja, 02 Kuliah, 03 Project, dan 04 Pribadi, seperti ditunjukkan Gambar 3.

    Gambar 3

    Dengan begini anda akan lebih mudah nantinya dalam mengelompokkan sub folder dan menyimpan file berdasarkan kategori-kategori folder utama yang telah anda tentukan.

    3. Buat Sub Folder Sesuai dengan Kebutuhan

    Gambar 4

    Pada setiap folder utama yang telah dibuat sebelumnya, anda dapat membuat sub folder di dalam folder-folder utama tersebut, buat sub folder sesuai dengan kebutuhan anda, misalkan di folder utama [02 Kuliah] anda dapat membuat sub folder berdasarkan mata kuliah, misalkan [Sistem Informasi], [Basis Data], dan [Algoritma] (Gambar 4), atau di folder [01 Kerja], anda dapat mmmbuat sub folder berdasarkan tanggal, misalkan [170507], [180507], dst. (Gambar 5).

    Gambar 5

    Sub folder ini berguna untuk tempat menyimpan file-file anda, yang disesuaikan dengan kategori dan kebutuhan.

    4. Buat Standarisasi Penamaan Folder dan File

    Masalah pemberian nama folder dan file, sekilas memang tidaklah penting dan merupakan hal yang sepele, namun jika menangani banyak folder dan file, masalah penamaan akan menjadi hal yang tidaklah mudah. Untuk itu gunakan standarisasi dalam penamaan folder dan file. Biasakan menamakan folder dan file sesuai dengan keterangan yang menggambarkan tentang isi atau konten dari folder atau file tersebut. Misalkan untuk Tugas Kuliah, dapat anda buat stadarisasi Tugas Kuliah_Nama Mata Kuliah.doc, contohnya: Tugas_Kuliah_SI.doc, Tugas_Kuliah_BD.doc, dst.

    5. Sertakan Keterangan Versi untuk File yang Sering Diperbaharui.

    Adakalanya anda mengerjakan suatu tugas, tugas tersebut mengalami perbaruan dari waktu ke waktu, agar anda mudah melakukan hal tersebut ada baiknya anda menggunakan keterangan berupa versi pada nama file anda, misalkan Tugas_Kuliah_SI_Versi_1.doc, nantinya jika anda merevisi tugas tersebut beri nama [Save as] sebagai Tugas_kuliah_SI_Versi_2.doc (Gambar 6), begitu seterusnya. Jika perubahan tidak terlalu siginifikan anda dapat menggunakan beberapa digit versi, misalkan dari Versi1.0 menjadi Versi1.1, dan seterusnya.

    Gambar 6

    Dengan begini anda dapat merecord setiap perubahan yang terjadi, dan anda dapat lebih mudah melakukan revisi atau perbaikan.

    6. Letakan File Sesuai dengan Kategori dan Sub Folder yang Sesuai

    Jika anda hendak menyimpan file hasil kerja anda, simpanlah sesuai dengan kategori dan sub folder yang telah anda buat, hal ini memudahkan anda nantinya untuk mencari dan menelusuri keberadaan suatu file, jika suatu saat anda membutuhkannya lagi.
    Misalkan anda mengerjakan Tugas Kuliah tentang Sistem Informasi maka simpanlah Tugas_Kuliah_SI.doc anda pada Folder [02 Kuliah] > [Sistem Iinformasi].

    Lakukan dengan Disiplin

    Jika anda telah melakukan langkah-langkah diatas, yang perlu anda lakukan selanjutnya adalah melakukannya dengan disipilin setiap saat dan setiap waktu. Jika anda melakukannya dengan disipilin, dipastikan anda akan mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari mengelola folder dan file dengan bijak. Selamat mencoba. (wp)

    Absensi: AbsensiWajah.com

    Blog$preneur.com: Be Entrepreneur with Your Blog$
    Pelatihan Bisnis Online Paid Review