WikanPribadi.com

Review Aplikasi & Tips dan Tricks Komputer

Archive for October, 2008

http://3g.indosat.com

http://www.huawei.com

http://www.speakeasy.net/speedtest/

http://www.sijiwae.net/speedtest/

Mobile Partner

Absensi: AbsensiWajah.com

Blog$preneur.com: Be Entrepreneur with Your Blog$
Pelatihan Bisnis Online Paid Review

  • 5 Comments
  • Filed under: Info
  • IP Address

    IP Address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP Address terdiri atas 32 bit (biary digit atau bilangan duaan) angka biner yang dibagi dalam 4 oket (byte) terdiri dari 8 bit. Setiap bit mempresentasikan bilangan desimal mulai dari 0 sampai 255.

    Jenis-jenis IP Address terdiri dari :

    1. IP Public

    Public bit tertinggi range address bit network address
    kelas A 0 0 – 127* 8
    kelas B 10 128 – 191 16
    kelas C 110 192 – 223 24
    kelas D 1110 224 – 239 28

    2. Privat

    IP Privat ini dapat digunakan dengan bebas tetapi tidak dikenal pada jaringan internet global. Karena itu biasa dipergunakan pada jaringan tertutup yang tidak terhubung ke internet, misalnya jaringan komputer ATM.

    10.0.0.0 – 10.255.255.255
    172.16.0.0 – 172.31.255.255
    192.168.0.0 – 192.168.255.255

    Kesimpulan
    1.0.0.0 – 126.0.0.0 : Kelas A.
    127.0.0.0 : Loopback network.
    128.0.0.0 – 191.255.0.0 : Kelas B.
    192.0.0.0 – 223.255.255.0 : Kelas C.
    224.0.0.0 = 240.0.0.0 : Class E, reserved.
    3. Ipv6
    terdiri dari 16 oktet, contoh :
    A524:72D3:2C80:DD02:0029:EC7A:002B:EA73

    Subneting

    Seorang Network Administrator sering kali membutuhkan pembagian network dari suatu IP Address yang telah diberikan oleh Internet Service Provider (ISP). Dikerenakan persedian IP Address pada saat ini sangat terbatas akibat menjamurnya situs-situs di internet. Cara untuk membagi network ini disebut dengan subneting dan hasil dari subneting disebut subnetwork. Langkah-langkah subneting adalah sbb :

    contoh 2:
    Suatu perusahaan mendapatkan IP adress dari suatu ISP 160.100.0.0/16, perusahan tersebut mempunyai 30 departemen secara keseluruhan, dan ingin semua departemen dapat akses ke internet. Tentukan network tiap departemen ?

    Solusi ;
    1. Tentukan berada dikelas mana ip tersebut ? B
    2. Berapa jumlah network yang dibutuhkan ?
    dengan rumus 2n > network yang dibutuhkan
    25 > 30
    3. Ubah menjadi biner

    network-portion host-portion
    10100000 01100100 00000000 00000000
    11111111 11111111 00000000 00000000

    4. Ambil bit host-portion sesuai dengan kebutuhkan network, sehingga

    network-portion host-portion
    10100000 01100100 _ _ _ _ _ 000 00000000
    11111111 11111111 1 1 1 1 1 000 00000000

    perhatikan oktet ketiga
    _ _ _ _ _ 000
    1 1 1 1 1 000

    Cara 1

    Dengan mengkombinasikan bit

    00001 000 = 8
    00010 000 = 16
    00011 000 = 24
    00100 000 = 32
    00101 000 = 40
    00110 000 = 48
    ……………
    11111 000 = 248

    Cara 2
    Mengurangi subnet mask dgn bilangan 256

    11111 000 = 248

    256 – 248 = 8 maka subnetwork adalah kelipatan 8

    No Depertemen Subnetwork (255.255.248.0)
    1 Pertama 160.100.8.0
    2 Kedua 160.100.16.0
    3 Ketiga 160.100.24.0
    4 Keempat 160.100.32.0
    5 Kelima 160.100.40.0
    6 Keenam 160.100.48.0
    7 Ketujuh 160.100.56.0
    .. ………….
    30 Ketigapuluh 160.100.248.0
    Maka

    Network Broadcast Range-Hoat
    160.100.8.0 160.100.15.255 160.100.8.1 – 160.100.15.254
    160.100.16.0 160.100.23.255 160.100.16.1 – 160.100.23.254
    160.100.24.0 160.100.31.255 160.100.24.1 – 160.100.31.254
    160.100.32.0 160.100.39.255 160.100.32.1 – 160.100.39.254
    160.100.40.0 160.100.47.255 160.100.40.1 – 160.100.47.254
    160.100.48.0 160.100.55.255 160.100.48.1 – 160.100.55.254
    160.100.56.0 160.100.63.255 160.100.56.1 – 160.100.63.254
    160.100.64.0 160.100.71.255 160.100.64.1 – 160.100.71.254
    160.100.72.0 160.100.79.255 160.100.72.1 – 160.100.79.254
    …….. ………. ………….

    160.100.248.0 160.100.255.255 160.100.248.1 – 160.100.255.254

    VLSM (Variable Leght Subnet Mask)

    Konsep subneting memang menjadi solusi dalam mengatasi jumlah pemakaian IP Address. Akan tetapi kalau diperhatikan maka akan banyak subnet. Penjelasan lebih detail pada contoh :

    contoh 2:
    Pada suatu perusahaan yang mempunyai 6 departemen ingin membagi networknya, antara lain :
    1. Departemen A = 100 host
    2. Departemen B = 57 host
    3. Departemen C = 325 host
    4. Departemen D = 9 host
    5. Departemen E = 500 host
    6. Departemen F = 25 host

    IP Address yang diberikan dari ISP adalah 160.100.0.0/16

    Apabila kita menggunakan subneting biasa maka akan mudah di dapatkan akan tetapi hasil dari subneting (seperti contoh 1) tersebut akan terbuang sia-sia karena hasil dari subneting terlalu banyak daripada jumlah host yang dibutuhkan. Maka diperlukan perhitingan VLSM yaitu :

    1. Urut kebutuhan host yang diperlukan
    1. Departemen E = 500 host
    2. Departemen C = 325 host
    3. Departemen A = 100 host
    4. Departemen B = 57 host
    5. Departemen F = 25 host
    6. Departemen D = 9 host

    2. Ubah menjadi biner

    network-portion host-portion
    10100000 01100100 00000000 00000000
    11111111 11111111 00000000 00000000
    Jika pada subneting dimabil dari network maka pada VLSM diambil pada dari host

    l Untuk 500 host
    network-portion host-portion
    10100000 01100100 00000000 00000000
    11111111 11111111 00000000 00000000

    Untuk 500 host dimabil 9 bit dari host-portion karena
    2n-2 > jumlah host

    Hasilnya 160.100.0.0/23

    Network Broadcast Range-Hoat
    160.100.0.0/23 160.100.0.255 160.100.0.1 – 160.100.1.254
    160.100.2.0/23 160.100.2.255 160.100.2.1 – 160.100.3.254
    160.100.4.0/23 160.100.4.255 160.100.4.1 – 160.100.5.254
    160.100.6.0/23 160.100.6.255 160.100.6.1 – 160.100.7.254
    160.100.8.0/23 160.100.8.255 160.100.8.1 – 160.100.9.254
    …….. ………. ………….
    160.100.254.0/23 160.100.254.255 160.100.254.1 – 160.100.255.254

    l Untuk 325 host kita masih dapat menggunakan subnet dari 500 host karena masih dalam arena 29 dan pilihlah subnet yang belum digunakan.
    l Untuk 100 host menggunakan 28 > 100 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
    misal 160.100.2.0/24

    network-portion host-portion
    10100000 01100100 00000010 00000000
    11111111 11111111 00000010 00000000

    maka
    Network Broadcast Range-Hoat
    160.100.2.0/24 160.100.2.255 160.100.2.1 – 160.100.2.254
    160.100.3.0/24 160.100.3.255 160.100.3.1 – 160.100.3.254

    l Untuk 57 host menggunakan 26 >57 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
    misal 160.100.3.0/24

    network-portion host-portion
    10100000 01100100 00000010 00000000
    11111111 11111111 00000011 00000000

    maka
    Network Broadcast Range-Hoat
    160.100.3.0/26 160.100.3.91 160.100.3.1 – 160.100.3.90
    160.100.3.64/26 160.100.3.63 160.100.3.65 – 160.100.3.126
    160.100.3.128/26 160.100.3.127 160.100.3.129 – 160.100.3.190
    160.100.3.192/26 160.100.3.191 160.100.3.193 – 160.100.3.254

    l Untuk 25 host menggunakan 25 > 25 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
    misal 160.100.3.192/25

    network-portion host-portion
    10100000 01100100 00000010 00000000
    11111111 11111111 00000011 00000000
    maka

    Network Broadcast Range-Hoat
    160.100.3.192/27 160.100.3.223 160.100.3.193 – 160.100.3.222
    160.100.3.224/27 160.100.3.255 160.100.3.225 – 160.100.3.254

    l Untuk 9 host menggunakan 24 > 16 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.
    misal 160.100.3.224/25

    network-portion host-portion
    10100000 01100100 00000010 00000000
    11111111 11111111 00000011 00000000

    maka
    Network Broadcast Range-Hoat
    160.100.3.224/28 160.100.3.239 160.100.3.225 – 160.100.3.227
    160.100.3.240/28 160.100.3.255 160.100.3.241 – 160.100.3.254

    Artikel by: Gindo Ariefman
    Note: Penulis adalah Asisten CNAP (Cisco Networking Academy Program) di Lab Komp Fisika UI, Jika ada pertanyaan silahkan dapat menghubungi beliau, thx :-)

    Absensi: AbsensiWajah.com

    Blog$preneur.com: Be Entrepreneur with Your Blog$
    Pelatihan Bisnis Online Paid Review

  • 10 Comments
  • Filed under: Network
  • Cara Mudah Memahami Subnetting IP Address

    Istilah IP Address mungkin sudah tidak asing lagi untuk Anda, karena setiap orang yang bekecimpung di dunia Jaringan Komputer akan selalu menggunakannya. Tapi apakah Anda pernah mendengar istilah Subnetting. Subnetting merupakan pembagian network address berdasarkan kebutuhan jaringan, misal :

    Suatu perusahaan mendapatkan IP Address Public dari suatu ISP 160.100.0.0/16, perusahan tersebut mempunyai 30 Departemen secara keseluruhan, dan ingin semua Departemen dapat akses ke internet dengan IP Public. Tentukan network tiap departemen ?

    Solusi ;
    1. Tentukan berada dikelas mana IP Address tersebut ? B
    2. Berapa jumlah network yang dibutuhkan ?
    Dengan rumus 2n > network yang dibutuhkan ( n = bit yang dibutuhkan )
    25 > 30
    3. Ubah menjadi biner

    network-portion host-portion
    10100000 01100100 00000000 00000000
    11111111 11111111 00000000 00000000

    4. Ambil bit host-portion sesuai dengan kebutuhkan network, sehingga

    network-portion host-portion
    10100000 01100100 _ _ _ _ _ 000 00000000
    11111111 11111111 1 1 1 1 1 000 00000000

    perhatikan oktet ketiga
    _ _ _ _ _ 000
    1 1 1 1 1 000

    Cara 1
    Dengan mengkombinasikan bit

    00001 000 = 8
    00010 000 = 16
    00011 000 = 24
    00100 000 = 32
    00101 000 = 40
    00110 000 = 48
    ……………
    11111 000 = 248

    Cara 2
    Mengurangi subnet mask dgn bilangan 256

    11111 000 = 248

    256 – 248 = 8 maka subnetwork adalah kelipatan 8

    No Depertemen Subnetwork (255.255.248.0)
    1 Pertama 160.100.8.0
    2 Kedua 160.100.16.0
    3 Ketiga 160.100.24.0
    4 Keempat 160.100.32.0
    5 Kelima 160.100.40.0
    6 Keenam 160.100.48.0
    7 Ketujuh 160.100.56.0
    .. ………….
    30 Ketigapuluh 160.100.248.0
    Maka

    Network Broadcast Range-Hoat
    160.100.8.0 160.100.15.255 160.100.8.1 – 160.100.15.254
    160.100.16.0 160.100.23.255 160.100.16.1 – 160.100.23.254
    160.100.24.0 160.100.31.255 160.100.24.1 – 160.100.31.254
    160.100.32.0 160.100.39.255 160.100.32.1 – 160.100.39.254
    160.100.40.0 160.100.47.255 160.100.40.1 – 160.100.47.254
    160.100.48.0 160.100.55.255 160.100.48.1 – 160.100.55.254
    160.100.56.0 160.100.63.255 160.100.56.1 – 160.100.63.254
    160.100.64.0 160.100.71.255 160.100.64.1 – 160.100.71.254
    160.100.72.0 160.100.79.255 160.100.72.1 – 160.100.79.254
    …….. ………. ………….
    160.100.248.0 160.100.255.255 160.100.248.1 – 160.100.255.254

    Artikel by: Gindo Ariefman
    Note: Penulis adalah Asisten CNAP (Cisco Networking Academy Program) di Lab Komp Fisika UI, Jika ada pertanyaan silahkan dapat menghubungi beliau, thx :-)

    Absensi: AbsensiWajah.com

    Blog$preneur.com: Be Entrepreneur with Your Blog$
    Pelatihan Bisnis Online Paid Review

  • 0 Comments
  • Filed under: Network
  • Adv